Di rak supermarket, kamu akan menemukan berbagai merek tepung dengan label protein tinggi, sedang, atau rendah. Apa bedanya, dan mengapa itu penting?
Mengandung lebih banyak gluten yang terbentuk saat dicampur air. Ideal untuk roti, pizza, dan croissant — adonan yang perlu elastisitas tinggi agar bisa menahan gas fermentasi dan mengembang.
Tepung serbaguna yang digunakan untuk mie, dumpling, dan beberapa jenis kue. Gluten yang terbentuk cukup untuk memberi struktur tanpa membuat tekstur terlalu keras.
Menghasilkan gluten minimal, sehingga tekstur produk akhir lebih lembut dan remah. Pilihan tepat untuk kue bolu, cookies, pie crust, dan pastry yang menginginkan tekstur tender dan melt-in-mouth.
Menggunakan tepung protein tinggi untuk bolu akan menghasilkan kue yang keras dan alot karena terlalu banyak gluten. Sebaliknya, tepung protein rendah untuk roti akan menghasilkan roti yang kempes karena gluten tidak cukup kuat menahan gas.